Biaya Renovasi Rumah

Biaya Renovasi Rumah – Setiap orang tentunya ingin memiliki rumah pribadi, terutama mereka yang telah berkeluarga. Oleh karena itu, apabila anda sudah mempunyai rumah idaman maka sudah seharusnya anda menjaga rumah dan merawat rumah tersebut dengan sebaik-baiknya supaya tetap nyaman untuk ditempati dan berfungsi dengan baik.

Seiring dengan berjalannya waktu, biasanya keadaan rumah akan sedikit berubah dan tidak seperti dulu lagi ketika pertama kali dibangun. Hal ini dapat kita lihat dengan kondisi cat dinding tembok yang mengelupas, atap dan genting menjadi berlubang dan bocor, serta kayu yang sudah mulai lapuk.

Apabila anda mengalami kondisi seperti ini, sudah semestinya anda melakukan perencaan untuk merenovasi rumah anda tersebut. Seperti halnya dengan membangun rumah, merenovasi tempat tinggal juga memerlukan biaya yang cukup mahal, dan hal ini seringkali menjadi persoalan bagi kebanyakan orang.

Maka dari itu, apabila anda ingin melakukan renovasi rumah, ada beberapa trik yang dapat anda terapkan untuk meminimalkan dana yang dikeluarkan nantinya.

Baca juga: Desain Interior Rumah Minimalis

Trik Menghemat Biya Renovasi Rumah

Supaya anda bisa terhindar dari biaya renovasi rumah yang bikin ngos-ngosan. Anda pun bisa mencoba menghemat panduan hemat berikut agar rumah anda terlihat semakin kinclong namun tidak akan membuat kantong anda menjadi bolong.

  1. Beli Bahan Material Bekas

Daripada membeli yang baru, anda bisa membeli bahan bekas saja karena harganya tentu lebih murah. Meskipun bekas, bukan berarti tidak berkualitas ya. Bahan material bekas dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu material reuse dan recycle.

Material reuse merupakan material yang tidak dapat digunakan lagi seperti kusen pintu, kaca, jendela, genteng bongkaran, dan kayu untuk atap. Sedangkan material recyle merupakan material bekas yang dapat didaur ulang seperti batu bata dan keramik

Anda bisa mencari produk bekas tersebut di toko bahan bangunan yang ada di Kota anda. Ada juga beberapa toko online yang khusus menjual bahan bangunan bekas.

  1. Berburu diskon bahan bangunan

Diskon tidak hanya ada di supermarket kebutuhan sehari-hari saja, ternyata bahan bangunan juga seringkali didiskon. Biasanya diskon ini tidak ada di toko bangunan konvensional. Anda bisa coba ke supermarket khusus bahan bangunan atau bisa juga buka website toko bangunan tertentu.

Seperti misalnya Mitra10 yang memang sudah terkenal. Supermarket ini seringkali memberikan diskon, tidak hanya di toko offline-nya saja tetapi juga di toko online-nya yaitu Mitra10.com. Selain di Mitra10.com, anda bisa cek website bangunan lainnya seperti di Depobangunan.co.id ataupun PratamaBangunan.com.

  1. Beli bahan material sendiri

Membeli bahan-bahan material sendiri akan lebih menghemat budget yang anda keluarkan. Karena anda bisa mengetahui harga sebenarnya dan dapat meminimalisir tukang bakal mark-up harga sebenarnya.

  1. Jangan buang perkakas atau bagian rumah yang masih dapat digunakan

Anda lagi renovasi rumah, bukan sedang membangun ulang, bukan? Jadi, tidak semua perkakas ataupun bagian rumah yang sebelumnya harus dibuang. Jika masih ada yang cocok untuk anda gunakan, ya bisa anda gunakan. Beberapa bagian rumah yang tidak perlu anda buang yaitu kaca jendela, kusen pintu, genteng bongkaran, dan besi bongkaran struktur bangunan.

  1. Renovasi satu per satu, jangan sekaligus

Dana yang terbatas tidak harus menjadi penghalang untuk merenovasi rumah. Hal ini bisa anda akali dengan renovasi satu per satu bagian rumah, bukan sekaligus. Dengan demikian, dana anda tidak akan terkuras sekaligus dan anda pun juga gak takut dana akan terpakai untuk hal-hal lainnya. Sedikit demi sedikit, desain rumah impian anda akan segera terwujudkan.

Misalnya saja, anda bisa merenovasi rumah anda mulai dari renovasi ruang tamu di bulan ini. Tiga bulan lagi, anda bisa merenovasi rumah bagian dapur. Kemudian, enam bulan lagi anda bisa mulai renovasi bagian kamar tidur. Begitu seterusnya.

  1. Konsep renovasi minimalis yang minim detail

Semakin detail konsep rumah yang anda inginkan, tentunya akan membuat biaya renovasi rumah semakin tinggi. Maka dari itu, cobalah untuk memilih konsep minimalis apabila dana anda terbatas. Bukan hanya karena dana terbatas saja, konsep minimalis kini juga tengah trend.

Konsep minimalis pun dapat meringankan pekerjaan beres-beres anda setiap harinya. Misalnya, dibandingkan mempunyai banyak sekat dalam rumah sebaiknya pilih ruangan plong yang lebih mudah untuk diatur.

  1. Kreatif buat menghias rumah dengan barang murah

Membuat suasana baru tidak harus dengan barang-barang mahal, kan? Pada saat merenovasi rumah, anda bisa menggunakan beberapa barang yang memiliki harga terjangkau. Misalnya, anda bisa memilih wallpaper dinding daripada cat.

Selain lebih murah, wallpaper dinding ini bisa anda ganti-ganti di kemudian hari apabila anda sudah mulai merasa bosan. Anda bisa membeli wallpaper dinding murah yang dibandrol mulai harga Rp 100 saja di situs marketplace seperti di Shoppe, Tokopedia, Bukalapak, Lazada dan lainnya.

  1. Jangan renovasi rumah saat musim hujan

Nah, hal ini sangat penting untuk selalu anda ingat. Musim hujan hanya bakal membuat pekerjaan tertunda karena tukang pun harus berhenti bekerja. Sementara itu, anda tetap harus membayar tukang-tukang tersebut. Maka dari itu, usahakan untuk memilih waktu yang cerah. Buat cek musim hujan di Indonesia, anda bisa membuka situs BMKG untuk perkiraan cuaca tahunan, bulanan, ataupun harian.

Sebenarnya, berapa biaya yang dikeluarkan untuk renovasi rumah sehingga kita harus berhemat? Biaya renovasi rumah bisa ditentukan per meter dengan sistem meter persegi ataupun analisis harga satuan bangunan.

Namun yang paling cepat adalah dengan menggunakan sistem per meter persegi, sebab anda hanya perlu mengetahui berapa luas bangunan yang akan  dibangun dan berapa standar harga per meter persegi pada tempat pembangunan.

Misalnya saja, apabila anda ingin merenovasi sebuah rumah minimalis dengan bahan material standar, seorang kontraktor menetapkan harga satuan rumah minimalis Rp.4.000.000 per meter persegi. Apabila luasan total yang akan anda renovasi sebesar 120 meter persegi, maka estimasi kasar biaya renovasi rumah minimalis tersebut yaitu 120 meter persegi x Rp. 4000.000 = Rp. 48.0000.000.

Namun meskipun terlihat simple dan sangat mudah, biaya estimasi kasar ini ini tidak disarankan untuk pekerjaan renovasi rumah.  Hal ini karena biasanya cara tersebut hanya digunakan untuk pembangunan rumah baru. Nah, untuk renovasi rumah, anda pun dapat melakukan rincian untuk penggantian atau pembaruan beberapa ornamen, seperti :

  • Biaya untuk penggantian lapisan lantai keramik berkisar antara Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per meter persegi.
  • Biaya cat ulang dinding tembok mulai dari Rp 45 ribu per meter persegi.
  • Biaya mengganti plafon gypsum mulai dari Rp 200 ribu per meter persegi, atau hanya untuk pengecetan ulang mulai Rp 45 ribu per meter persegi.
  • Biaya mengganti rangka atap atau rangka galvanize sekitar Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu meter persegi.
  • Biaya penutupan mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu.

Selain itu, jangan sampai anda lupa menyisahkan anggaran untuk membayar ongkos para tukang. Ada dua metode yang digunakan untuk membayar ongkos tukang bangunan, yaitu harian dan borongan. Apabila memilih harian, ongkos satu tukang berkisar antara Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu per hari. Sementara itu, untuk borongan maka biayang adalah sekitar Rp 600 ribu sampai Rp 800 ribu per meter persegi.

Baca juga: Harga Jasa Desain Rumah

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Biaya Renovasi Rumah. Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat untuk kita semua terutama bagi anda yang berniat untuk merenovasi rumah sehingga bisa menjadi referensi untuk anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *