Cara Menghitung Luas Rangka Baja Ringan Termudah


  1. Bukan baja biasa

Pada struktur baja konvensional, karat bisa mudah muncul pada bagian sambungan yang dilas. Sementara untuk proses penggantian akan membutuhkan waktu yang cukup lama karena baja sangatah berat. Baja ringan sendiri sudah dilapisi dengan zinc dan juga alumunium (zincalum) sehingga empat kali lebih tahan terhadap karat jika dibandingkan dengan baja biasa.

  1. Proses pemasangan lebih cepat

Rangka atap baja ringan ini sudah tersedia dalam bentuk jadi, ini berarti kita hanya tinggal merangkainya saja. Umumnya baja profil C digunakan sebagai pembentuk rangka utama, sedangkan baja ringan profil U biasa digunakan sebagai reng. Dengan demikian, maka pembuatan kasau dan gording sudah tidak diperlukan lagi. Baja juga sudah dipotong secara presisi oleh mesin pabrik dan sudah disambungkan dengan mur tanpa baut. Jika proses pemasangan berjalan singkat, tentunya biasa yang diperlukan untuk membayar pekerja bangunan bisa dihemat.



  1. Lebih ramah lingkungan

Hutan sebagai pemasok kayu lama-lama semakin kecil dan tidak sebanding lagi dengan kebutuhan manusia. Padahal, hutan juga memiliki manfaat lain sebagai pemasok bahan bangunan, yakni sebagai paru-paru dunia untuk dapat menangkal pemanasan global serta sarana rekreasi dan edukasi  yang tidak pernah habis digali. Menggunakan rangka atap baja ringan ini sudah dipromosikan sebagai pembangunan yang sangat ramah lingkunga, karena tidak ada kayu sama sekali yang digunakan dalam pembuatannya.

Kekurangan Rangka Atap Baja Ringan

  1. Harga material termasuk mahal

Perlu diketahui bahwa rangka atap baja ringan ternyata membutuhkan biaya yang tidak sedikit jika dibandingkan dengan pembuatan rangka atap dari kayu. Meski demikian, penggunaan rangka atap baja ringan lebih menguntungkan dalam jangka panjang karena kita sudah tidak perlu lagi melakukan penggantian rangka atap rumah di masa selanjutnya.

  1. Hanya bisa dilakukan oleh ahli di bidang atap baja ringan

Rangka atap baja ringan bukanlah material sembarangan. Kesalahan dalam memasang rangka akan berakibat pada bagian-bagian lainnya. Maka dari itu, gambar kerja sangat dibutuhkan dalam pemasangan atap baja ringan supaya peletakan bagian-bagiannya lebih teliti dan akurat. Bantuan profesional di bidang rangka atap baja ringan tentunya akan sangat dibutuhkan di dini.

Nah, tidak perlu berlama-lama lagi  pembahasan berikutnya adalah cara mudah menghitung luas rangka atap baja ringan yang bisa Anda pelajari dengan mudah. Contoh kasusnya agar lebih mudah dipahami adalah berikut ini.



Cara Menghitung Luas Rangka Atap Baja Ringan

Cara Menghitung Luas rangka atap baja ringan adalah menggunakan luas permukaan miring, dimana luas rangka atap baja ringan telah meliputi oversteck dan kemiringan atap. dengan cara penghitungannya sbb:

Misal:

  • Panjang : 10 m1
  • Lebar     : 10 m1
  • oversteck : 0.60 m
  • kemiringan atap: 30 derajat (cosinus 30 = 0.8660)
  • bentuk atap limas (jatuh air ke empat sisi) dengan oversteck keliling ( depan, belakang, kanan,kiri )

Menentukan luas datar:

Luas Datar = (Panjang + oversteck) x (lebar + oversteck)

= (10+0.6+0.6) x (10+0.6+0.6)

= 11.2 x 11.2

= 125.44 M2



Menentukan Luas miringnya:

Luas Miring = Luas datar / cosinus kemiringan atap

= 125.44 / 0.8660

= 144.85 M2



Maka Luas Rangka atap Bajaringannya adalah = 144.85 M2