Cara Menghitung Luas Rangka Baja Ringan Termudah

Tahukah Anda bahwa perkembangan dunia properti tidak akan pernah habis masanya. Didalamnya termasuk informasi mengenai material bahan bangunan yang digunakan untuk mendukung industri tersebut. Pembahasan hari ini, Cara Menghitung Luas Rangka Baja Ringan Termudah.

Hitung Luas Rangka Baja Ringan – Dalam artikel kali ini saya akan memberikan informasi terkait bagaimana cara menghitung luas rangka atap baja ringan.

Penghitungan rangka tersebut sangat berfungsi sekali yang bertujuan untuk mengetaui berapa anggaran yang harus dikeluarkan guna membeli barang atau bahan baku yang dibutuhkan.

Sebenarnya mempelajari cara menghitung luas rangka baja tidak begitu susah apabila mengetahui rumus-rumusnya.

Bisa dikatakan mudah dan bermanfaat karena nantinya Anda tidak perlu repot-repot memanggil tukang kontraktor apabila sudah tahu caranya, namun bagi yang belum pernah melakukan penghitungan tersebut tentunya akan terlihat bingung sekali.

Penggunaan atap baja ringan sendiri saat ini semakin populer di Indonesia karena memiliki banyak sekali kelebihan dibandingkan dengan rangka yang terbuat dari kayu.

cara-hitung-luas-rangka-baja-ringan

Baca juga: Rumus Menghitung Luas Rangka Atap

Kelebihan utama dari rangka jenis ini yaitu lebih mudah dipasang, tidak memerlukan banyak waktu dan yang pasti lebih tahan lama. Selain itu, sama dengan material pada umumnya bahwa rangka atap baja ini juga tak luput dari kekurangan. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan selengkapnya mengenai kelebihan dan kekurangan rangka atap baja ringan.

Kelebihan Rangka Atap Baja Ringan

  1. Liat / tangguh dengan daktilitas tinggi

Liat di sini maksudnya adalah sebuah karakter yang mendefinisikan mengenai kemampuan suatu meterial menyerap energi dalam jumlah besar. Rangka atap baja ringan ini mampu untuk menahan beban deformasi tanpa menyebabkan kerusakan pada beban tarik. Baja ringan juga dapat menahan beban selama proses fabrikasi atau transportasi tanpa menimbulkan kerusakan yang besar. Tentunya ini sangat berbeda dengan rangka dari bahan kayu ataupun baja biasa yang bersifat keras. Kedua material tersebut bisa luluh lantak apabila tertimpa beban kejut.

  1. Pemasangan rangka atap baja ringan relatif singkat

Rangka atau baja mudah untuk disambungkan antara satu sama lain menggunakan baut, mur, atau dilas. Selain itu, sesuai dengan namanya, rangka  atap baja ringan ini tidak seberat baja biasa. Inilah mengapa pemasangan rangka atap baja ringan ini hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat, yaitu maksimal selama tiga minggu.

  1. Kekuatan tariknya tinggi tetapi ringan

Sifat ringan atap baja ringan ini akan memudahkan Anda ketika akan memindahkannya ke tempat lain. Per satuan berat rangka atap mempunyai kekuatan kecil, sehingga potensi beban matinya akan menjadi kecil. Rangka atap baja ringan memang sangat cocok digunakan di rumah atau bangunan dengan bentang atap yang lebar. Sebagai bahan perbandingan, berat dari rangka atap baja ringan ini adalah 9 kg per meter persegi. Lebih ringan jika dibandingkan dengan bobot kayu (18 kg per meter persegi) ataupun baja biasa (25 kg per mete persegi)

  1. Bukan baja biasa

Pada struktur baja konvensional, karat bisa mudah muncul pada bagian sambungan yang dilas. Sementara untuk proses penggantian akan membutuhkan waktu yang cukup lama karena baja sangatah berat. Baja ringan sendiri sudah dilapisi dengan zinc dan juga alumunium (zincalum) sehingga empat kali lebih tahan terhadap karat jika dibandingkan dengan baja biasa.

  1. Proses pemasangan lebih cepat

Rangka atap baja ringan ini sudah tersedia dalam bentuk jadi, ini berarti kita hanya tinggal merangkainya saja. Umumnya baja profil C digunakan sebagai pembentuk rangka utama, sedangkan baja ringan profil U biasa digunakan sebagai reng. Dengan demikian, maka pembuatan kasau dan gording sudah tidak diperlukan lagi. Baja juga sudah dipotong secara presisi oleh mesin pabrik dan sudah disambungkan dengan mur tanpa baut. Jika proses pemasangan berjalan singkat, tentunya biasa yang diperlukan untuk membayar pekerja bangunan bisa dihemat.

  1. Lebih ramah lingkungan

Hutan sebagai pemasok kayu lama-lama semakin kecil dan tidak sebanding lagi dengan kebutuhan manusia. Padahal, hutan juga memiliki manfaat lain sebagai pemasok bahan bangunan, yakni sebagai paru-paru dunia untuk dapat menangkal pemanasan global serta sarana rekreasi dan edukasi  yang tidak pernah habis digali. Menggunakan rangka atap baja ringan ini sudah dipromosikan sebagai pembangunan yang sangat ramah lingkunga, karena tidak ada kayu sama sekali yang digunakan dalam pembuatannya.

Kekurangan Rangka Atap Baja Ringan

  1. Harga material termasuk mahal

Perlu diketahui bahwa rangka atap baja ringan ternyata membutuhkan biaya yang tidak sedikit jika dibandingkan dengan pembuatan rangka atap dari kayu. Meski demikian, penggunaan rangka atap baja ringan lebih menguntungkan dalam jangka panjang karena kita sudah tidak perlu lagi melakukan penggantian rangka atap rumah di masa selanjutnya.

  1. Hanya bisa dilakukan oleh ahli di bidang atap baja ringan

Rangka atap baja ringan bukanlah material sembarangan. Kesalahan dalam memasang rangka akan berakibat pada bagian-bagian lainnya. Maka dari itu, gambar kerja sangat dibutuhkan dalam pemasangan atap baja ringan supaya peletakan bagian-bagiannya lebih teliti dan akurat. Bantuan profesional di bidang rangka atap baja ringan tentunya akan sangat dibutuhkan di dini.

Nah, tidak perlu berlama-lama lagi  pembahasan berikutnya adalah cara mudah menghitung luas rangka atap baja ringan yang bisa Anda pelajari dengan mudah. Contoh kasusnya agar lebih mudah dipahami adalah berikut ini.

Cara Menghitung Luas Rangka Atap Baja Ringan

Cara Menghitung Luas rangka atap baja ringan adalah menggunakan luas permukaan miring, dimana luas rangka atap baja ringan telah meliputi oversteck dan kemiringan atap. dengan cara penghitungannya sbb:

Misal:

  • Panjang : 10 m1
  • Lebar     : 10 m1
  • oversteck : 0.60 m
  • kemiringan atap: 30 derajat (cosinus 30 = 0.8660)
  • bentuk atap limas (jatuh air ke empat sisi) dengan oversteck keliling ( depan, belakang, kanan,kiri )

Menentukan luas datar:

Luas Datar = (Panjang + oversteck) x (lebar + oversteck)

= (10+0.6+0.6) x (10+0.6+0.6)

= 11.2 x 11.2

= 125.44 M2

Menentukan Luas miringnya:

Luas Miring = Luas datar / cosinus kemiringan atap

= 125.44 / 0.8660

= 144.85 M2

Maka Luas Rangka atap Bajaringannya adalah = 144.85 M2

Baca juga: Harga Kanopi Baja Ringan Terbaru

Itulah tadi informasi yang saya berikan mengenai cara menghitung luas rangka baja atap dengan mudah. Semoga info yang saya sampaikan ini bisa bermanfaat buat Anda yang mungkin saat ini tengah mencari berita tentang berapa banyak rangka yang dibutuhkan untuk membuat atap rumah dari rangka baja.

Source:

apa arti m1 dalam bangunan com,HARGA ATAP GENTENG MULTIROOF DI KPG NTT

Loading...