Cara Membuat Kurva S Proyek


Membuat Kurva S – Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang cara membuat jadwal waktu pelaksanaan perkerjaan yang direpresentasikan ke dalam suatu paduan bagan yakni bagan Gantt dan Kurva S untuk dapat menggambarkan persentase tahapan pada setiap jenis pekerjaan tersebut.

Adapun contoh kasus sederhana yang akan kami sajikan untuk anda ini bisa anda jadikan referensi dalam menangani suatu jadwal waktu yang mempunyai jeda tertentu dalam proses pelaksanaan kegiatan. Yang harus anda persiapkan sebelum memulai untuk membuat kurva S adalah Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah ada.



Kurva S sendiri merupakan sebuah jadwal pelaksanaan pekerjaan yang disajikan berbentuk tabel dan bagannya menyerupai huruf S. Berikut ini adalah cara membuat kurva S dengan menggunakan microsoft excel.

Contoh Kurva S

kurva s excel

Kenapa kurva S menyerupai huruf S? Hal ini dikarenakan kurva S yang baik ialah pelan saat awal pekerjaan lalu cepat di tengah jalan dan santai kembali di akhir jadwal. Bentuk grafik ini harus dibuat sebaik mungkin karena dapat mempengaruhi arus keuangan proyek dan penjadwalan pendatangan material dan hal-hal penting yang lainnya.

Manfaat dan Fungsi Kurva S

Kurva S ini memiliki beberapa manfaat, berikut adalah beberapa manfaat kurva S yang perlu anda ketahui :



  • Sebagai informasi untuk dapat mengontrol pelaksanaan sebuah proyek bangunan dengan cara membandingkan deviasi antara kurva rencana dengan kurva realisasi.
  • Sebagai informasi untuk dapat mengambil sebuah keputusan yang berdasarkan perubahan kurva realisasi terhadap kurva rencana. Perubahan tersebut bisa dalam bentuk presentase pekerjaan lebih cepat atau lebih lambat dari waktu yang sudah ditentukan untuk dapat menyelesaikan sebuah proyek bangunan.
  • Sebagai informasi kapan waktu yang paling tepat untuk seorang owner ataupun melakukan pembayaran kepada supplier.

Selanjutnya, kami akan menjelaskan cara membuat Kurva S mengenai suatu pekerjaan konstruksi sebagai contoh akan diberikan yang simple.

Suatu pekerjaan pondasi dengan rincian harga sebagai berikut :

  • Pekerjaan A @ Rp. 100.000,00
  • Pekerjaan B @ Rp. 150.000,00
  • Pekerjaan C @ Rp. 200.000,00
  • Pekerjaan D @ Rp. 150.000,00
  • Pekerjaan E @ Rp. 400.000,00
  • Pekerjaan F @ Rp. 100.000,00

Grand total harga seluruh pekerjaan pondasi = Rp. 1.100.000,00

Tahap pertama adalah memperkirakan waktu pelaksanaan masing-masing pekerjaan, kita maksimalkan sebagai berikut ini :

  • Pekerjaan A @ 6 hari
  • Pekerjaan B @ 2 hari
  • Pekerjaan C @ 2 hari
  • Pekerjaan D @ 1 hari
  • Pekerjaan E @ 3 hari
  • Pekerjaan F @ 1 hari

Jadi, jumlah total semuanya adalah 15 hari. Dalam membuat kurva S, terdapat item pekerjaan yang dapat dilaksanakan secara bersamaan, selanjutnya adalah menghitung bobot masing-masing pekerjaan.

Rumusnya :

rumus kurva s

Misalkan adalah bobot pekerjaan A = (Rp. 100.000,00 / Rp. 1.100.000,00) x 100% = 9.09



Begitu pula dengan item pekerjaan lainnya dihitung satu persatu.

Langkah selanjutnya adalah dengan membagi bobot pekerjaan dengan durasi lalu menempatkan pada kolom hari pelaksanaanya.

Contoh Pekerjaan A = 9:09:6 = 1.52

Lalu masukan seperti tabel berikut ini:



jadwal kurva s

Langkah yang terakhir adalah dengan menggambar kurva S sesuai dengan bilangan pada setiap baris item pekerjaan atau huruf merah.

membuat kurva s

Baca juga: Cara Membuat RAB Proyek

Kesalahan Penggunaan Dan Persepsi Kurva-S

Meskipun terbilang mudah dan sangat praktis untuk digunakan, tetapi masih ada saja pelaku proyek yang salah persepsi dan salah dalam menggunakan fitur yang sederhana ini. Berdasarkan pengalaman kami, ada beberapa hal yang kami anggap kurang tepat dan masih belum lengkap dalam aplikasi Kurva-S ini, yakni :

  • Anggapan bahwa progress 50% adalah tepat pada 50% waktu pelaksanaan

Asumsi ini tentu mengesampingkan kenyataan variasi jenis proyek atau keunikan proyek. Hal ini pun merupakan suatu kesalahan persepsi. Sebagai contoh, pada proyek gedung dimana kemponen alat M/E yang sangat tinggi sampai 25% dan dipasang di bagian akhir pelaksanaan proyek. Ini artinya kurva-s akan sangat landai di awal dan akan naik cukup tinggi di bagian akhir pelaksanaan. Pada akhirnya Kurva-S lebih cenderung terdapat di progres 50% pada lebih dari 50% waktu pelaksanaan.

Persepsi yang paling sesuai ialah bahwa progres 50% belum tentu tepat pada 50% waktu pelaksanaan. Hal ini karena komposisi biaya dan waktu pelaksanaan setiap jenis proyek yang berbeda-beda. Pada sebuah jenis proyek pun sangat variatif terkait lingkup pekerjaan yang dikerjakan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *