Cara Balik Nama Sertifikat Tanah


Cara Balik Nama Surat Tanah – Dalam membeli tanah kita perlu mempertimbangkan berbagai hal. Setelah tanah dibeli, bukan berarti tugas kita sudah selesai. Masih ada tugas lainnya, seperti balik nama sertifikat tanah.

Ketika ingin melakukan balik nama sertifikat tanah, kita perlu menyiapkan beberapa dokumen penting. Di samping itu kita juga harus mengetahui bagaimana alur mengurus balik nama sertifikat tanah dan biaya yang perlu dikeluarkan untuk mengurus itu semua.



Pada kesempatan kali ini blogmaterialbangunan akan menjelaskan seputar bagaimana cara melakukan balik nama sertifikat tanah. Sehingga Anda bisa memahami dan tidak kebingungan saat nanti mengurusnya di kantor pertanahan.

Proses Pendaftaran Tanah

Sebelum mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan balik nama sertifikat tanah, kita ketahui terlebih dahulu bagaimana alur proses pendaftaran tanah. Secara garis besar berikut adalah proses pendaftaran tanah:

  1. Pengumpulan dan pengolahan data fisik yang diperoleh lewat pengukuran dan pemetaan.
  2. Pengumpulan dan pengolahan data yuridis yang terwujud dalam Buku Tanah.
  3. Penerbitan Surat Tanda Bukti Hak yang berbentuk sertifikat. Sertifikat ini merupakan Salinan Buku Tanah.
  4. Penyajian data fisik dan yuridis.
  5. Penyimpanan daftar umum dan dokumen.

Sesudah lima proses di atas selesai, maka proses initial registration sudah selesai. Akan tetapi jika di kemudian hari terdapat perubahan atas tanah tersebut, baik kepemilikan, pemecahan maupun penggabungan tanah maka kita harus mencatatkan perubahan data fisik dan yuridis ke Kantor Pertanahan.



Baca juga: Biaya Pecah Sertifikat

Ketentuan Balik Nama Sertifikat Tanah

Biaya BPHTB

Dalam melakukan balik nama sertifikat Anda perlu memahami biaya yang perlu dikeluarkan untuk membayar semua biaya pengurusannya. Salah satunya adalah pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Penerima hak tanah wajib membayar pajak BPHTB ini. Jika BPHTB belum dibayar lunas, maka pendaftaran tanah tidak bisa dilakukan.

Pendaftaran bisa dilakukan di kantor pertanahan apabila pemohon sudah memiliki tanda bukti setor BPHTB. Aturan mengenai BPHTB ini bisa dilihat dalam Pasal 1 UU No. 20 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas UU No. 21 Tahun 1997.

Wajib Bayar PPh

Saat mengurus balik nama tanah, kita juga perlu membayar Pajak Penghasilan (PPh). Hal ini sejalan dengan Pasal 1 PP No. 48 Tahun 1994 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan.

Dokumen yang Diperlukan

Dalam mengurus balik nama sertifikat tanah, ada berkas-berkas yang perlu kita siapkan. Berikut adalah dokumen yang harus kita bawa:

  1. Surat permohonan dan surat kuasa otentik (jika permohonan dikuasakan);
  2. Sertifikat hak atas tanah/Sertipikat HMSRS;
  3. Akta Jual Beli dari PPAT;
  4. Fotokopi KTP pemegang hak, penerima hak, dan atau kuasanya yang dilegalisir oleh pejabat berwenang;
  5. Bukti pelunasan BPHTB dan PPh Final;
  6. Fotokopi SPPT PBB tahun berjalan;

Izin Pemindahan Hak di dalam sertifikat/keputusannya dicantumkan tanda yang menerangkan bahwa hak tersebut hanya boleh dipindahtangankan jika telah mendapatkan izin dari instansi yang berwenang.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *