Cara Menghitung Ukuran Pondasi Bata Rollag

Cara Menghitung Dan Ukuran Pondasi Bata Rollag – Dalam suatu proyek konstruksi bangunan, setiap bangunan pasti memerlukan pondasi agar bangunan tersebut dapat berdiri dengan kokoh di atas tanah. Pondasi sendiri memiliki beberapa jenis berdasarkan penggunaannya. Namun, pada kesempatan kali ini, kami akan membahas salah satu pondasi yang biasa digunakan dalam pondasi bangunan, yaitu tentang cara menghitung ukuran pondasi bata rollag.

 

Pondasi Bata Rollag

Secara teori, pondasi terbagi menjadi 2 jenis, di antaranya yaitu:

  1. Pondasi Dangkal

Pondasi dangkal merupakan salah satu jenis pondasi yang dalam pengerjaannya tidak membutuhkan galian tanah terlalu dalam. Hal ini dikarenakan lapisan tanah dangkal dinilai sudah cukup keras. Pondasi ini biasanya digunakan untuk pembangunan rumah sederhana.

  1. Pondasi Dalam

Tidak seperti pondasi dangkal, pondasi dalam merupakan pondasi yang membutuhkan penggalian yang lebih dalam. Pembuatan pondasi dalam biasanya memerlukan pengeboran untuk mencapai lapisan tanah yang dalam. Pondasi ini biasanya digunakan untuk bangunan besar, jembatan, dan sebagainya.

Pondasi bata rollag merupakan salah satu jenis dari pondasi dangkal yang memiliki peran sebagai penyeimbang posisi lantai agar tidak terjadi amblas pada ujung lantai. Pondasi ini tidak digunakan untuk menyalurkan beban bangunan, melainkan hanya untuk menahan beban ringan seperti teras rumah.

Baca Juga : Analisa Harga Pasangan Bata Ringan / Hebel

Fungsi pondasi ini hampir sama dengan sloof gantung, namun rollag bata tidak sekuat dan tidak semahal sloof gantung. Pondasi ini terbuat dari tumpukan bata yang disusun menggunakan adukan beton.

Pondasi rollag ini memiliki kekurangan yaitu tidak dapat digunakan untuk pondasi rumah bertingkat. Namun, masih dapat digunakan dengan apabila dikombinasikan dengan pondasi cakar ayam. Melalui kombinasi ini, memberikan keuntungan menghemat biaya pengeluaran untuk membangun rumah.

Ciri-Ciri Pondasi Rollag Bata:

  1. Material yang digunakan untuk pondasi adalah pasangan bata merah.
  2. Ukuran standar bata yang digunakan yaitu 23 x 11 x 5 cm3.
  3. Bata disusun dengan cara membentuk tangga dan teratur. Tiaptangga tersusun dari 3-4 lapis. Syarat untuk memenuhi pondasi adalah apabila ujung tangga dihubungkan, akan membentuk trapesium.
  4. Pemasangan bata disusundan dihubungkan dengan perekat atau spesi.
  5. Bagian sudut pasangan pondasi dibuat miring untuk menghindari air tanah yang tertahan.

Hal yang Perlu Diperhatikan:

  1. Lantai kerjasebaiknya terbuat dari lapisan pasir yang dipadatkan dengan ketebalan 5-10 cm. Lapisan ini bertujuan untuk lapisan perbaikan tanah dasar.
  2. Lapisan terbawah pondasi dipasang secara berdiri (rollag) dan disusun secara memanjang. Hal ini dilakukan sebagai pengganti aanstamping (pasangan batu kosong). Berlaku pula pada lapisan teratas sebelum balok sloof.
  3. Komposisi perekat yang digunakan:
  • Pada tanah yang tidak mengandung air, campuran spesi adalah 1KP:1SM:1PSatau 1KP:1SM:2PS.
  • Pada tanah yang mengandung air, campuran spesi adalah 1PC:4PSatau 1PC:1/2KP:5PS
  1. Untuk mencegah pasangan bataagar tidak basah terkena air tanah, bidang pasangan badan pondasi diberi plesteran kasar dengan ketebalan 1,5 cm dengan menggunakan campuran spesi 1PC:2PS. Sedangkan pasangan trasram atau bagian yang selalu terkena air seperti di bawah tanah dan bak kamar mandi harus menggunakan campuran spesi 1PC:2PS.

Baca Juga : Cara Menghitung Volume Pondasi

Analisa Harga Pasangan Pondasi Bata Rollag per m3

Berikut ini kami berikan contoh cara menghitung pekerjaan pondasi bata rollag menggunakan campuran spesi 1:4 per m3.

Uraian Koef. Satuan Harga Satuan

(Rp)

Jumlah

(Rp)

Bahan        
Batu Bata 791,4858 buah 200 158.297
Spesi 1:4 0,3489 m3 551.000 192.243
Jenis Pekerja        
Pekerja 1,2766 OH 50.000 63.830
Tukang Batu Kasar 0,4255 OH 60.000 25.532
Kepala Tukang 0,0851 OH 60.000 5.106
Mandor 0,0284 OH 55.000 1.560
Alat Bantu        
Bambu Profil 0,2500 batang 7.500 1.875
Benang 0,5021 m3 2.500 1.255
Ember 0,1702 buah 5.000 851
Cangkul 0,0851 buah 25.000 2.127
Sekop 0,0851 buah 50.000 4.255
Total       456,933

Cara Menghitung Kebutuhan Bata

Berikut ini kami berikan contoh cara menghitung kebutuhan bata dalam pekerjaan pondasi bata rollag.

Diketahui :

Panjang Pasangan Batu Bata Rollag = 2,54 m (254 cm)

Ukuran untuk Batu Bata = 4 X 10 X 22 cm

Tebal Spesi = 2 cm

Perhitungan:

Volume Pasangan = Panjang pasangan x panjang batu bata x lebar batu bata

= 2,54 m x 0,22 m x 0,10  m = 0,05588 m3

Jumlah Batu Bata = Panjang Pasangan : (Tebal Batu Bata + Tebal Spesi)

= 254 : (4 + 2)

=42,33 atau 42 buah

Jumlah Spesi = Volume Pasangan : Dimensi Batu Bata

= 0,05588 : ((0,04 x 0,10 x 0,22)

= 0,05588 m3 : 0,00088 m3

= 63,5 (Dimisalkan Spesi dalam Satuan Buah), maka

Dihitung = ((Jumlah Spesi (Satuan Buah) – Jumlah Batu Bata (Satuan Buah)) x ketebalan spesi

= (63,5 – 42) x 2 cm

= 21,5 X 2

= 43 buah

Dijadikan Kubikasi = 43 x dimensi spesi

= 43 : (0,02 x 0,10 x 0,22)

= 0,01892 m3 (Spesi Samping Batu Bata)

Jumlah Total Spesi = Spesi Samping Batu Bata + Spesi Dasar Batu Bata

= 0,01892 m3 + (2,54 m x 0,02 m x 0,22 m)

= 0,01892 m3 + 0,011176 m3

= 0,030096 m3

Demikian informasi mengenai pondasi bata rollag. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda dalam mengetahui informasi dasar seputar bata rollag serta perhitungan pasangan pondasi bata rollag. Terima kasih sudah membaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.