Harga Kolom Praktis Per Meter Terbaru Januari 2022


Besi Kolom РSaat ini rumah dengan konsep modern banyak memanfaatkan bahan kolom besi untuk memperkuat pondasi dasar dari rumah tersebut. Fungsinya sudah pasti membuat rumah agar lebih kokoh saat terjadi gempa bumi atau bencana lainnya. Meskipun masih jarang digunakan oleh masyarakat Indonesia namun mudah- mudahan kolom praktis ini bisa menjadi alternatif buat anda yang ingin membangun sebuah rumah berkonsep modern.  Sebelumnya saya disini akan menjelaskan secara lengkap mengenai kolom praktis. Mari simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Pentingnya Kolom Praktis pada Bangunan



Pengertian kolom praktis sendiri adalah struktur kolom (biasanya dari beton) yang pada umumnya dipasang pada dinding bangunan dengan jarak sekitar 3 sampai 4 meter yang memiliki fungsi untuk perkuatan dinding supaya lebih kokoh, stabil, dan tidak mengalami keretakan.

Berbeda halnya dengan kolom struktur utama yang memiliki fungsi untuk menopang balok dan lantai bangunan. Fungsi kolom pratis pada bangunan adalah untuk dapat memperkuat dindin supaya tetap tegak berdiri. Dinding yang terbuat dari susunan batako atau bata umumnya tidak mempunyai kekuatan jika didorong oleh gaya melintang. Kolom praktis lah yang akan membantu untuk memperkuat dinding dari gaya melintang sehingga tidak akan mudah roboh jika didorong atau ketika terjadi gempa.

Perletakan Kolom Praktis



Perletakan kolom praktis ini juga bisa diaplikasikan untuk pojok ruangan. Hal ini dikarenakan pojong ruangan menjadi titik sambungan yang sangat rawan. Maka dari itu, dibutuhkan adanya kolom praktis sehingga ruangan akan tetap kokoh.

Ukuran kolom praktis sangat bervariasi tergantung dari jarak perletakan ataupun material yang digunakan. Ukuran tembok batako pada umumnya kolom praktis dengan ukuran 10 x 10 cm atau 12 x 12 cm. Cat tembok yang di finishing memakai plesteran dan cat maka kolom praktis seharusnya tidak nampak dari luar. Hanya kolom struktur yang umumnya terlihat karena ukurannya yang besar.

Material yang dipakai untuk kolom praktis untuk dinding pasangan bata ataupun batako adalah beton bertulang. Sedangkan untuk material kayu atau papan kayu maka kolom praktisnya bisa mengunakan kayu batangan yang berukuran 8 x 8 cm. Sementara bila menggunakan kalsiboard rangkai holo maka peletakan kolom praktis biasanya membutuhkan perhitungan khusus yang sesuai dengan dimensi rangkan dan juga jarak peletakannya.

Pembuatan kolom praktis

Untuk dinding yang dibuat dari pasangan bata ataupun batako umumnya kolom praktis yang digunakan yaitu kolom pracetak yang sudah jadi. Kolom praktis ini bisa dibeli di toko bahan bangunan terdekat dengan ukuran yang sangat bervariasi. Jika tidak memungkinkan maka Anda juga bisa membuat kolom praktis sendiri di lokasi pembangunan. Caranya tidak jauh berbeda dengan membuat kolom struktur. Akan tetapi, besi yang digunakan jauh lebih sedikit dan dimensi kolom yang lebih kecil.

Peran Kolom Praktis dalam Bangunan

Apabila dianalogikan, kolom praktis ini mirip seperti rangka tulang dalam tubuh manusia. Rangka sendiri memiliki tugas untuk menopang beban supaya tetap berada dalam posisinya Tanpa adanya rangka maka beban tersebut akan jatuh atau roboh. Dalam sebuah bangunan, kolom praktis akan melanjutkan bobot dari bangunan, beban lain, dan hembusan angin. Pada intinya, beban akan dimulai dari atap yang kemudian diteruskan pada kolom. Dari kolom ini, beban akan disalurkan ke tanah. Kolom praktis biasanya terbuat dari kawat baja yang berbentuk jaring. Strukturnya sudah dirancang sedemikian rupa supaya mampu menopang beban.

Perlu Anda ketahui bahwa ada banyak sekali kasus dimana tukang ataupun pelaksana Konstruksi meremehkan penggunaan kolom praktis. Untuk lebih jelasnya, saya disini  akan berikan contoh kegagalan dinding bata akibat tidak diperkuat dengan kolom praktis.



Baca juga: Harga Besi Plat Hitam Berbagai Ukuran

Nah, Apakah anda berencana ingin membuat sebuah rumah? Seperti yang kita tahu bahwa dalam membuat sebuah rumah maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, dimulai dari desain bangunan tersebut yang sebaiknya lebih simpel sehingga pengerjaannya pun tidak memakan banyak waktu. Pastikan dinding pada denah tersebut saling terhubung atau mengikat satu sama lain. Sementara itu pada bagian pondasinya harus memilih tempat atau lokasi dengan kontur keras. Hal ini dimaksudkan supaya rumah tersebut tetap stabil sehingga tidak mudah roboh.

Disarankan buat juga sloof atau balok yang dipakai untuk mengikat pondasi tersebut. Fungsi dari Sloof tersebut yaitu untuk menyebar bobot dari bangunan sehingga lebih merata dan tidak hanya terpusat pada satu titik saja. Balok dan kolom dengan bahan beton membuat pondas menjadi semakin kokoh, namun saran saya balok tersebut harus menyatu satu sama lain.