Yuk Simak Cara Perhitungan Adukan Semen Terbaik untuk Tembok

Saat membangun atau melakukan renovasi rumah, sangat penting untuk memperhitungkan kebutuhan materialnya. Sebab perhitungan tersebut akan membantu anda dalam menyusun anggaran yang tepat. Termasuk perhitungan adukan semen terbaik untuk tembok rumah. Berikut simak cara menghitung kebutuhan semen dan pasir untuk plesteran dinding rumah dalam konstruksi.

Adukan Semen untuk Tembok
Adukan Semen Terbaik

Pentingnya Perhitungan Plesteran untuk Tembok Rumah

Dalam pembangunan rumah, tembok perlu diplester untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan dinding rumah anda. Tidak hanya itu, plesteran juga bertujuan untuk menutupi susunan batu bata supaya tampak lebih rapi. Itulah kenapa anda tidak boleh mengabaikan proses plesteran selama proses konstruksi.

Dimana proses untuk memplester tembok tersebut akan dilakukan setelah pemasangan batu bata selesai. Dan adukan plesteran umumnya diperoleh dari hasil campuran antara semen, pasir, dan air. Hasil akhirnya berbentuk lapisan semen dengan permukaan yang tidak terlalu halus, mengingat bahwa campuran tersebut memiliki kandungan pasir di dalamnya.

Baca Juga : Harga Semen Terbaru Lengkap Semua Merk

Setelah plesteran diaplikasikan, selanjutnya dapat dilapisi kembali oleh adukan acian. Adukan acian tersebut adalah hasil campuran dari semen dan air saja, tanpa menggunakan pasir. Sehingga hasil akhirnya menjadi lebih halus ketika diaplikasikan pada tembok. Jadi urutan lapisan pada tembok rumah yang kuat yaitu batu bata, plesteran, dan acian yang terakhir.

Menghitung Kebutuhan Semen dan Pasir dalam Plesteran

Seperti yang telah disebutkan, plesteran berasal dari campuran semen, pasir, dan air. Pembuatan campuran tersebut tidak boleh dilakukan asal asalnya supaya hasilnya bagus. Oleh karena itu, anda harus tahu bagaimana cara menghitung kebutuhan semen dan pasir dalam plesteran ini.

Apabila mengacu pada standar SNI pada tahun 2008, umumnya terdapat tiga jenis komposisi yang digunakan dalam perbandingan semen dan pasir untuk plesteran dinding. Dimana perhitungan perbandingan tersebut menggunakan semen ukuran 1 sak 40 kg. Berikut penjelasan masing masing jenis komposisinya.

  1. Komposisi Perbandingan 1:4

Komposisi perbandingan semen dan pasir 1:4 banyak digunakan untuk membuat campuran adukan plesteran yang benar. Dengan perbandingan 1:4, digunakan campuran semen 6,24 kg dan volume pasir 0,024 m3. Dari perhitungan ini anda pun dapat mengetahui jumlah material semen serta pasir yang dibutuhkan, dengan cara mengalikannya terhadap luas bidang yang diplester.

Baca Juga : Harga Semen Mortar / Semen Instant

Sebagai contoh ukuran dinding yang akan diplester adalah 11m x 4m, sehingga diperoleh luasnya yaitu 44m2. Maka jumlah semen yang dibutuhkan adalah 6,24 x 44 = 274,56 kg. Dan 274,56 kg dibagi 40 (1 sak semen 40 kg), sehingga dibutuhkan sekitar 7 sak. Sementara untuk kebutuhan pasir yaitu 0,024 x 44 = 1,056 m3.

  1. Komposisi Perbandingan 1:5

Perhitungan adukan semen untuk tembok rumah dengan komposisi perbandingan 1:5 menurut standar SNI tahun 2008, yaitu berat semen adalah 5,18 kg dan volume pasir 0,026 m3. Sama seperti sebelumnya, anda dapat menghitung kebutuhan semen dan pasir dengan cara mengalikan luas bidang yang akan diplester.

Misalnya anda ingin memplester dinding yang berukuran 11m x 4m seperti sebelumnya, namun kali ini menggunakan komposisi perbandingan 1:5. Maka jumlah kebutuhan semen adalah 5,18 x 44 = 227,92 kg, maka semen dibutuhkan sekitar 6 sak (227,92 : 40). Sedangkan untuk kebutuhan pasir adalah sebanyak 0,026 x 44 = 1,144 m3.

  1. Komposisi Perbandingan 1:6

Berikutnya menggunakan komposisi perbandingan 1:6, yang mana standar perhitungannya menurut SNI tahun 2008 yaitu berat semen sebesar 4,42 kg dan volume pasir 0,027 m3. Dan sama seperti kedua perhitungan sebelumnya, anda dapat mengalikannya dengan luas bidang yang akan diplester untuk mengetahui kebutuhan campuran semen dan pasir yang digunakan.

Untuk contoh, ambil ukuran dinding seperti sebelumnya yaitu 11m x 4m sehingga luasnya berarti 44 m2. Sehingga kebutuhan semen yang diperlukan untuk plester adalah 4,42 x 44 = 194,48 kg, atau membutuhkan sekitar 5 sak semen. Dan untuk kebutuhan pasirnya sebanyak 0,027 x 44 = 1,188 m3.

Tahap Pengerjaan Plesteran Dinding

Setelah mengetahui perhitungan kebutuhan plesteran untuk dinding rumah, anda dapat mulai mengerjakan proses konstruksi. Dimana pengerjaan plesteran tembok tersebut sebenarnya tidak terlalu susah. Namun tentunya pekerjaan ini tetap menuntut hasil yang rata, baik, dan rapi supaya dapat menunjang estetika rumah.

Dan ketebalan plesteran dinding yang ideal umumnya yaitu 11 sampai 16 mm. Dalam prosesnya, secara umum terbagi menjadi tiga tahap yaitu lapis pertama, lapis kedua, dan lapis ketiga. Lapis pertama adalah setebal 3 mm dengan campuran semen dan pasir yang relatif encer. Fungsinya yaitu untuk menyeragamkan permukaan dinding dan mengurangi penyusutan.

Pada lapis kedua, ketebalannya lebar besar yaitu berkisar antara 6 mm sampai 10 mm. Fungsi dari lapisan kedua ini adalah meratakan permukaan dinding. Baru kemudian lapisan ketiga adalah yang paling luar dengan ketebalan 2 mm. Pada lapisan ini dapat ditambah dengan pasir halus untuk memperhalus tampilan sekaligus melindungi dinding dari pangaruh cuaca.

Kesimpulan

Demikian pembahasan mengenai perhitungan adukan semen terbaik untuk tembok rumah. Perhitungannya memang tidak terlalu sulit, namun seperti yang telah dijelaskan bahwa pekerjaan ini tetap menuntut hasil yang rapi demi estetika bangunan. Oleh karena itu, anda mungkin akan memerlukan keahlian tukang yang terlatih dan memiliki jam terbang tingi untuk mengerjakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.