Analisa Harga Satuan Kolom Praktis per m3

Analisa Harga Satuan Kolom Praktis per m3 – Pada suatu konstruksi bangunan, terdapat komponen-komponen penting yang berperan sebagai penyangga dari struktur bangunan.

Komponen-komponen yang dimaksud disebut dengan kolom. Kolom sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu kolom utama dan kolom praktis. Apa itu kolom utama dan kolom praktis? Berikut penjelasannya.

Pengertian Kolom

Kolom bangunan merupakan salah satu komponen pembentuk struktur bangunan yang berperan sebagai penyangga beban dan mempertahankan kestabilan bangunan.

Kolom bangunan ini berupa batang vertikal atau tiang yang terbuat dari material campuran besi dan beton. Hal ini dikarenakan campuran tersebut mampu menahan gaya tarik atau tekanan dari struktur bangunan.

Kolom yang digunakan pada bangunan sederhana terdiri dari dua jenis, yaitu kolom utama dan kolom praktis. Kedua jenis kolom ini memiliki peran penting bagi ketahanan struktur bangunan dan saling berkaitan antara satu dengan yang lain.

Beban dari sebuah bangunan dimulai dari atap yang kemudian beban tersebut diteruskan dan diterima ke kolom. Seluruh beban yang diterima kolom akan diteruskan ke pondasi dan didistribusikan ke permukaan tanah di bawahnya.

Oleh karena itu, pondasi harus dalam kondisi kuat, terutama pada konstruksi bangunan bertingkat. Selain itu, kedalaman tanah kerasnya harus diperiksa ketahanannya agar apabila terjadi gempa atau tanah ambles, bangunan tidak mudah roboh.

Sehingga dapat disimpulkan, bangunan akan aman dari risiko kerusakan apabila besar dan jenis pondasi yang digunakan sesuai dengan perhitungan. Selain itu, kondisi tanah juga perlu diperhatikan agar tanah tersebut benar-benar mampu menerima seluruh beban dari pondasi.

Kolom Utama dan Kolom Praktis

Kolom Utama

Kolom utama merupakan salah satu jenis kolom yang berfungsi sebagai penyanggah beban utama yang berada di atasnya. Fungsi utama dari kolom utama yaitu menopang balok dan lantai bangunan dan dipasang dengan jarak 3,5 meter untuk menopang lantai yang tidak begitu besar.

Kolom ini berperan sangat penting, karena jika tidak adanya kolom ini, bangunan akan berisiko roboh.

  1. Ukuran Kolom Utama

Ukuran dari kolom utama cenderung besar dan panjang, dan biasanya ditempatkan di dalam pondasi. Untuk rumah atau tempat tinggal berlantai dua, biasanya memakai ukuran 20/20 cm, besi beton berdiameter 12 mm 8 buah, dan begel diameter 8 cm dengan jarak 10 cm. Ukuran kolom utama sendiri perlu disesuaikan dengan ukuran dan jenis bangunan itu sendiri.

  1. Jarak Antara Kolom Utama

Jarak ideal antara kolom utama yaitu 3,5 meter dan perlu diperhatikan agar dimensi balok tidak terlalu besar untuk menopang lantai.

Kolom Praktis

Kolom praktis merupakan kolom yang berfungsi membantu kolom utama. Pemasangan komponen kolom praktis ini berada di dalam dinding sehingga tidak terlihat ke luar.

Selain itu, pemasangan kolom praktis juga dilakukan pada pojok ruangan. Hal ini dikarenakan pojok ruangan merupakan titik sambungan yang sangat rawan sehingga perlu pemasangan kolom agar ruangan tetap kokoh.

Untuk menopang beban balok, kolom ini dipasang secara horizontal dan ditempatkan di antara dinding-dinding balok. Kolom praktis ini ditempatkan dari lantai bawah hingga lantai atas dan tidak boleh dipindahkan karena dapat menghilangkan keseimbangan pada struktur rangkanya.

  1. Ukuran Kolom Praktis

Ukuran kolom praktis yang biasa digunakan yaitu ukuran 10/10 cm hingga 15/15 cm. Dengan menggunakan 4 besi beton berdiameter 10 mm dan begel berdiameter 8 cm dengan jarak 20 cm. Pemasangan kolom praktis semakin ke atas akan semakin mengecil karena ukuran kolom ini menyesuaikan dengan beban dan ukuran bangunan itu sendiri.

  1. Jarak Antara Kolom Praktis yang Ideal

Pada umumnya, jarak standar bangunan dari pemasangan kolom praktis berkisar 3 meter sampai 4 meter atau pada setiap sudut pertemuan antar batu bata. Jarak kolom praktis juga harus menyesuaikan dengan ukuran dan jenis bangunan itu sendiri.

Pembuatan Kolom Praktis untuk Bangunan

Pada umumnya, pembuatan kolom praktis hampir sama dengan pembuatan struktur bangunan lainnya. Yang membedakan yaitu penggunaan jenis bekisting dalam proses pembangunan.

Bekisting merupakan cetakan yang digunakan selama proses penuangan sebagai penahan beton.

Sebelum memasuki proses pengecoran, kolom struktur dipasang pada empat sisi bangunan. Lalu setelah beton mengeras, dilanjutkan dengan proses pemasangan dinding. Namun, ada pula yang memasang dinding terlebih dahulu sebelum proses pengecoran kolom praktis. Tujuannya agar dapat efisiensi waktu serta proses pembangunan.

Salah satu material yang biasa digunakan sebagai kolom praktis pada dinding yang menggunakan material bata yaitu beton bertulang. Sedangkan pada dinding yang menggunakan material kayu menggunakan kayu batangan ukuran 8×8 cm sebagai pembentukan kolom praktis.

Analisa Harga Pekerjaan Kolom Praktis

Setelah mengetahui informasi dasar seputar kolom praktis dalam bangunan, ada baiknya anda perlu mengetahui analisa harga pekerjaan kolom praktis.

Pada umumnya, material yang digunakan sebagai kolom praktis adalah beton bertulang. Pada artikel ini kami akan menggunakan analisa harga pekerjaan kolom praktis berukuran 15×15 cm pada pekerjaan beton bertulang dengan spesi beton campuran 1:2:3, yang biasanya digunakan pada pengerjaan bangunan sederhana.

1. Menghitung Volume Kolom Praktis 15/15 cm

Sebelum menghitung rencana anggaran biaya penggunaan kolom praktis 15/15 cm, langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah menghitung terlebih dahulu volume kolom praktis 15/15 cm.

Sebagai contoh, kali ini kami akan menghitung volume kolom praktis 15/15 cm, dengan menggunakan 19 buah kolom dan tinggi sebesar 3,80 m.

Sehingga dapat diketahui:

Panjang kolom = 15 cm = 0,15 m

Lebar kolom = 15 cm = 0,15 m

Tinggi kolom = 3,80 m

Jumlah kolom = 19 bh

Perhitungan:

Volume kolom = panjang kolom x lebar kolom x tinggi kolom x jumlah kolom

= 0,15 m x 0,15 m x 3,80 m x 19 bh

= 1,62 m3

2. Analisa Harga Pekerjaan Beton Camp.1:2:3 per m3

Langkah selanjutnya adalah Anda perlu mengetahui analisa harga satuan pekerjaan beton camp 1:2:3 per m3. Berikut ini dapat Anda lihat pada tabel di bawah ini.

Keterangan Koef. Satuan Harga satuan

(Rp)

Jumlah

(Rp)

Material        
Semen Portland 232 kg 2.827,90 656.072,80
Pasir Cor 0,5200 m3 200.000,00  104.000,00
Kerikil 0,7800 m3 530.002,00 413.401,56
Jenis Pekerja
Pekerja 1,6500 OH 118.505,00 195.533,25
Mandor 0,080 OH 149.766,00 11.981,28
Tukang 0,250 OH 149.766,00 37.441,50
Kepala Tukang 0,250 OH 157.614,00 3.940,35
Total       1.422.370,74

Berdasarkan tabel perhitungan tersebut total harga satuan dalam pekerjaan beton camp 1:2:3 per m3 sebesar Rp1.422.370,74.

3. Pekerjaan Pembesian per Kg

Langkah selanjutnya adalah Anda perlu mengetahui analisa harga satuan pekerjaan pembesian per kg. Berikut ini dapat Anda lihat pada tabel di bawah ini.

Keterangan Koef. Satuan Harga satuan

(Rp)

Jumlah

(Rp)

Material        
Besi Beton  1,050 kg 13.500,00 14.175,00
Kawat Beton 0,0150 m3 21.974,00 329,61
Jenis Pekerja
Pekerja 0,0070 OH 118.505,00 829,54
Mandor 0,0004 OH 149.766,00 59,91
Tukang Besi 0,0070 OH 149.766,00 1.048,36
Kepala Tukang 0,0070 OH 157.614,00 110,33
Total       16.552,74

Berdasarkan tabel perhitungan tersebut total harga satuan dalam pekerjaan pembesian per kg sebesar Rp16.552,74.

4. Pekerjaan Bekisting Kolom per m2

Keterangan Koef. Satuan Harga satuan

(Rp)

Jumlah

(Rp)

Material        
Kayu Bekisting 0,0400 kg 1.500.000,00 60.000,00
Paku 0,400 m3 19.228,00 7.691,20
Minyak Bekisting 0,2000 L 2.000,00 400,00
Plywood tebal 9mm 0,3500 lbr 196.331,00 68.715,85
Dolken Kayu Galam

Diameter 8-1

2,000 btg 20.274,00 40.548,00
Jenis Pekerja
Pekerja 0,6600 OH 118.505,00  78.213,30
Mandor 0,0330 OH 149.766,00 4.942,00
Tukang 0,3300 OH 149.766,00 49.422,78
Kepala Tukang 0,3300 OH 157.614,00 5.201,26
Total       315.134,67

Berdasarkan tabel perhitungan tersebut total harga satuan dalam pekerjaan bekisting kolom per m2 sebesar Rp315.134,67.

5. Rencana Anggaran Biaya Kolom 15/15 cm

Setelah mengetahui volume kolom praktis 15/15 cm beserta harga satuan pekerjaannya, langkah selanjutnya yaitu menghitung rencana anggaran biaya kolom 15/15 cm.

Berikut ini merupakan harga satuan pekerjaan beton bertulang dengan spesi beton campuran 1:2:3 per m3 berdasarkan acuan dari SNI.

Keterangan Koef. Satuan Harga satuan

(Rp)

Jumlah

(Rp)

Pekerjaan Beton Camp.1:2:3 1 m3 1.422.370,74 1.422.370,74
Pekerjaan Tulangan Besi/Pembesian 223,4074 kg 16.552,74 3.698.004,61
Bekisting Kolom 6,7507 m2 315.134,67 2.127.379,62
Total       7.247.754,96

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui harga satuan pekerjaan beton bertulang spesi beton campuran 1:2:3 per m3 sebesar Rp7.247.754,96.

Sehingga dapat dihitung rencana anggaran biaya (RAB) yang dikeluarkan apabila menggunakan 19 buah kolom praktis, yaitu

RAB = Volume kolom praktis 15/15 x Harga satuan pekerjaan per m3

= 1,62 m3 x Rp7.247.754,96

= Rp11.773.977,94

Jadi dapat anda ketahui, RAB yang dikeluarkan apabila menggunakan 19 buah kolom praktis sebesar Rp11.773.977,94.

Demikian informasi mengenai kolom yang digunakan pada bangunan sederhana serta cara menghitung rencana anggaran biaya kolom praktis. Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam mencari referensi seputar kolom praktis untuk bangunan. Terima kasih telah membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published.