Harga Jasa Arsitek Dan Kontraktor


Kelebihan paket ini adalah kepraktisannya. Sebab kita tidak perlu mencari kontraktor sendiri untuk membangun rumah berdasarkan desain yang disodorkan oleh arsitek. Sehingga akan lebih hemat waktu.

Harga Jasa Kontraktor

Membangun bangunan dengan menggunakan jasa kontraktor menjadi salah satu opsi yang dimanfaatkan oleh kebanyakan orang. Kelebihannya kita tidak perlu terjun langsung untuk menangani pembangunan. Terlepas dari hal itu, yang perlu kita ketahui adalah sistem pembayarannya.



Cara menghitung biaya kontraktor sebenarnya tergantung pada macam-macam material yang akan dipakai. Sebab kontraktor biasanya mengambil keuntungan dari persentase biaya material yang digunakan.

Untuk mengetahui apakah tarif yang dipatok kontraktor murah atau mahal, kita bisa memanfaatkan cara tender. Tender adalah proses pengajuan penawaran oleh pihak kontraktor yang dilakukan di lapangan sesuai dengan dokumen tender. Tender ini digunakan untuk menyeleksi dan menetapkan calon kontraktor yang akan melaksanakan seluruh desain sesuai gambar kerja yang telah disepakati.

Akan tetapi tender tidak hanya dilakukan untuk mencari kontraktor pelaksana saja. Sistem tender juga bisa dimanfaatkan untuk mencari dan menyeleksi perusahaan pengadaan material bangunan.

Mahal atau murah biaya jasa kontraktor juga dipengaruhi oleh tingkat kerapian dan pekerjaan kontraktor. Kontraktor yang menawarkan pekerjaan sangat rapi dan selesai tepat waktu biasanya mematok harga yang lebih tinggi. Maka dari itu Anda perlu melihat pengalaman dan portofolio kontraktor terlebih dahulu sebelum memilih sehingga Anda bisa mengetahui sejauh mana kemampuan dan skill kontraktor.



Mengenai sistem pembayaran jasa kontraktor, ada dua macam yang bisa dipilih. Yakni dengan membaginya dalam beberapa tahap atau termin pembayaran dan mempercayakan kontraktor untuk mengelola uang Anda. Berikut kami jelaskan keduanya.

Pembayaran Sistem Termin

Sistem termin umumnya dibagi menjadi 4 tahap yang dibayar sesuai dengan perkembangan proyek. Sebelum proyek dikerjakan, pengguna jasa akan diminta untuk membayar uang muka atau down payment (DP) sekitar 20-30 persen dari nilai kontrak.

Sedangkan saat proses pengerjaan sudah mencapai 50%, pembayaran kedua harus dilakukan. Di tahap ini Anda harus membayar 30%. Pada tahap ketiga Anda perlu membayar 20%. Pembayaran ini dilakukan saat pekerjaan sudah selesai 80%.

Sedangkan sisanya atau 20% dari nilai kontrak dibayarkan saat bangunan benar-benar selesai dibangun. Apabila ada pekerjaan yang kurang memuaskan, Anda bisa menahan 5-10% nilai kontrak sebagai garansi atau retensi. Retensi ini berlaku selama masa tertentu tergantung kesepakatan bersama.

Kontraktor Sebagai Pengelola Proyek

Sistem pembayaran ini juga dikenal dengan istilah cost and fee. Dalam sistem pembayaran ini kontraktor hanya bertindak sebagai pengelola proyek. Selain itu sistem pembayarannya tidak berupa paket.

Kontraktor yang bekerja dengan sistem ini akan mengambil keuntungan sekitar 10-20% dari nilai proyek. Sebelum melakukan perjanjian, anggaran dan jadwal harus dipersiapkan terlebih dahulu oleh pihak kontraktor. Dari kedua hal ini klien bisa melihat cash flow proyek. Sehingga mereka akan mengetahui berapa dana yang harus disiapkan setiap bulannya.



Leave a Reply

Your email address will not be published.