Cara Menghitung Anak Tangga


  • Pencahayaan

Pencahayaan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan saat merancang tangga. Pencahayaan di area tangga akan membuat penampilan tangga menjadi lebih terlihat, selain itu juga akan membantu pada pengguna agar lebih merasa aman dan nyaman terutama pada malam hari.

Pencahayaan di siang hari sebaiknya memanfaatkan cahaya yang alami. Maka dari itu, area tangga harus diberi bukaan yang cukup sehingga akan memungkinkan cahaya matahari masuk dan menerangi area tersebut. Pada malam hari, pencahayaan sepenuhnya akan bersumber pada lampu. Dalam melakukan pemasangan lampu pada area tangga maka harus mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan, perlu diperhatikan juga aspek estetitaknya. Sehingga tampilan tangga akan menjadi lebih bagus.



Lampu yang berguna untuk menerangi area tangga bisa dipasang di plafon, atas tangga, atau bisa juga di bawah tangga. Sekitar lampu (tombol on atau off) sebaiknya dipasang di dinding lantai bawah dan juga lantai di atas yang kemudian dihubungkan secara pararel. Cara ini bertujuan untuk memudahkan pemakai tangga untuk mematikan dan menyalakan lampu ketika akan naik ataupun turun dari tangga

Baca juga: Harga Jasa Arsitek Dan Kontraktor

Analisis Tangga

Analisis tangga merupakan upaya teknis untuk bisa mendapatkan dimensi elemen tangga dengan cara membandingkan dimensi dilapangan dengan parameter perencanaan yang berlaku.

Ruang Yang Digunakan



Panjang : 500 cm

Lebar : 160 cm

Tinggi lantai Split 1 B – Mezzanine : 420 cm

Tinggi bordes : 220 cm

Perhitungan Dimensi Tangga

Tinggi (Optride) (a) : 170 mm

Jumlah (Optride) : 11 buah

Lebar (Antrede)(b) : 300 mm

Syarat ideal 2a + b = 600 s/d 650mm



(2. 170) + 300 = 640 mm

Dari perhitungan tersebut maka tangga dikategorikan memenuhi syarat.

Dalam analisis digunakan dimensi:

Tinggi (Optride) (a) : 170 mm (asumsi)



Jumlah (Optride) : 11 buah

Lebar (Antrede) (b) : 300

Perhitungan Tangga dan Bordes

Jumlah (Antrede) : (n – 1): 11 – 1 = 10 buah

Lebar bordes : 200 mm

Panjang tangga : 10 x 300 = 3000 mm

Sudut kemiringan tangga

a = ArcTan x LebarAntride/TinggiOptride

a = ArcTan 0,567

a = 29,55

a = 30

Berdasarkan dari sudut kemiringan nya, maka tangga ini termasuk kedalam tangga biasa. (Tangga biasa, 240 sampai 450, koefisien kemiringan 0,44 – 1,0)

Perhitungan Equivalent Pelat Tangga

BD/AB = BC/AB

BD = AB x BC / AC = 170 x 300/ √(170)²+(300)² = 147,903 mm

t eq = 2/3 x BD = 2/3 x 147,903 = 98,602 mm

Jadi, jumlah total equivalent pelat tangga adalah :

Y = t eq + ht = 98,602+ 150 mm = 248,602 mm



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *