Cara Menghitung Harga Tanah Per Meter


Di samping itu ada beberapa poin yang bisa dijadikan pertimbangan dalam menentukan harga jual properti atau rumah. Seperti harga tanah, harga bangunan dan taksiran harga keseluruhan.

Harga Tanah

Pertama-tama yang harus kita ketahui adalah kisaran harga tanah. Caranya seperti yang sudah kami jelaskan di atas, dengan mencari informasi di kantor kelurahan atau bank dan melihat NIlai Jual Objek Pajak yang tertera dalam struk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).



Contohnya kita mempunyai lahan dengan luas 200 m2. Sedangkan berdasarkan informasi yang berhasil kita kumpulkan diketahui bahwa harga tanah di sekitar lahan yang akan dijual adalah Rp 1 juta per meter. Jadi dapat kita ketahui bahwa total harga tanah yang akan kita jual adalah Rp 1.000.000 x 200 m2 = Rp 200.000.000.

Harga Bangunan

Sesudah mengetahui harga tanah, mak kita juga perlu mengetahui harga bangunan rumah. Hanya saja untuk poin ini kita tidak bisa membandingkannya atau bertanya ke lingkungan sekitar.

Yang perlu dipertimbangkan adalah akumulasi dari biaya pembangunan yang sudah disesuaikan dengan kisaran harga saat ini. Misalnya kita memiliki bangunan dengan luas 80 m2. Lalu diketahui bahwa harga bangunan per meter persegi mencapai Rp 1 juta. Sehingga harga bangunannya adalah 80 m2 x Rp 1.000.000 = Rp 80.000.000.



Hanya saja kondisi rumah biasanya tidak 100 persen baik. Apalagi jika rumah yang dijual sudah cukup berumur. Maka Anda bisa memperkirakannya dengan mengalikan persentase kondisi rumah dengan harga bangunan. Contohnya jika kondisi rumah 90% baik, kita kalikan dengan Rp 80.000.000 sehingga didapatkan harga bangunan Rp 72.000.000 setelah disesuaikan dengan kondisi bangunan.

Taksiran Harga Keseluruhan

Sudah disinggung bahwa NJOP tidak dapat dijadikan sebagai penentu harga jual rumah. Sebab patokan yang lebih cocok digunakan untuk menentukan harga jual adalah harga pasar. Sebab harga pasar biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan NJOP.

Meski demikian kita bisa memanfaatkannya untuk mengetahui harga minimal dari suatu rumah. Jika ingin menentukan harga jual properti berdasarkan NJOP, berikut kami berikan contohnya.

Contohnya ada tanah dengan luas 100 m2 dan bangunan dengan luas 40 m2. Berdasarkan penelusuran diketahui bahwa NJOP tanahnya adalah Rp 1.500.000 per meter persegi dan NJOP bangunan Rp 1.500.000 per meter persegi.

Sehingga bisa kita hitung sebagai berikut:

Total harga tanah: 100 m2 x Rp 1.500.000 = Rp 150.000.000

Total harga bangunan: 40 m2 x Rp 1.500.000 = Rp 60.000.000

Sehingga bisa kita ketahui bahwa nilai jual properti tersebut adalah: Rp 150.000.000 + Rp 60.000.000 = Rp 210.000.000.



Baca juga: Cara Cek Riwayat Tanah Yang Bermasalah

Nilai Jual Kena Pajak (NJKP)

Selain NJOP, Anda mungkin juga sudah mengetahui Nilai Jual Kena Pajak atau NJKP. Biasanya besaran nilai NJKP ini dimasukkan ke dalam perhitungan pajak terutang. NJKP sebenarnya merupakan bagian dari NJOP dan menjadi dasar dalam perhitungan PBB. NJKP ini juga dikenal dengan nama assessment value.



Leave a Reply

Your email address will not be published.