Analisa Harga Pasangan Bata Ringan / Hebel


1 m3 = 83 buah bata ringan ukuran 10 cm

1 m3 = 111 buah bata ringan ukuran 7,5 cm



Dapat diketahui satuan bata ringan menggunakan kubikasi. Sehingga untuk mengetahui kebutuhan bata ringan setiap 1 meter persegi (m2), dapat dilakukan dengan cara:

1 m2 : ukuran panjang bata (m) x lebar bata (m)

Misalnya bata yang digunakan ukuran 60 x 20 x 10 cm, sehingga bata yang dibutuhkan dalam 1 m2 adalah:

1 : (0,2 x 0,6) = 8,3 buah



Selanjutnya anda dapat menghitung kebutuhan bata ringan. Berikut ini cara menghitung kebutuhan bata ringan:

Diketahui:

Panjang ruangan = 6 m

Lebar = 5 m

Tinggi dinding = 3 m

Cara menghitung:

Keliling ruangan = 2 x (panjang+lebar)

= 2 x (6 + 5) = 22 meter



Luas ruangan = 22 meter x tinggi dinding

= 22 m x 3 m = 66 m2

Kebutuhan bata ringan = 66 m2  x jumlah hebel per m2

= 66 m2 x 8,3 = 549,7 buah per m2



Dikonversikan = 549,7 : ukuran hebel 10 cm

= 549,7 : 83 buah = 6,6 kubik

Baca juga: Harga Hebel Per Kubik

Tips memilih bata ringan

Di zaman yang serba modern ini, sering kali terjadi penipuan dan pemalsuan barang, termasuk pemalsuan bata ringan. Banyak oknum yang tidak bertanggung jawab berani menjual bata ringan yang dikategorikan gagal produksi atau disebut KW2.

Maka dari itu, sebagai konsumen yang cerdas, perlu melakukan riset atau pengetahuan dasar sebelum membeli sesuatu untuk meminimalisir risiko kerugian. Berikut ini kami berikan beberapa tips memilih bata ringan yang baik:

  1. Bata ringan AAC

Sebagai perbandingan, bata ringan CLC (Cellular Lightweight Concrete) terbuat dari material pasir biasa atau pasir kali, sedangkan bata ringan AAC (Autoclaved Aerated Concrete) terbuat dari material pasir kuarsa atau pasir silika. Berdasarkan material tersebut bata ringan AAC memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan bata ringan CLC.

  1. Warna putih bersih

Ciri-ciri bata ringan yang berkualitas dan terlihat jelas oleh mata adalah warna bata yang putih bersih, karena bata tersebut telah melalui proses pengeringan yang sempurna.

  1. Memiliki Sertifikat SNI atau Internasional

Produk yang berkualitas baik tentu telah lolos uji kualitas dan bersertifikat. Adanya sertifikat SNI  pada bata ringan membuktikan bahwa produk telah teruji daya tahan serta terjamin aman.

  1. Ukuran presisi

Pada umumnya bata ringan memiliki ukuran yang presisi karena pembuatannya menggunakan alat canggih. Berikut ini ukuran standar dan jumbo dari bata ringan yang dijual pada umumnya:

Standar:

  • 60 x 20 x 7,5 cm
  • 60 x 20 x 10 cm
  • 60 x 20 x 12,5 cm
  • 60 x 20 x 17,5 cm
  • 60 x 20 x 20 cm

Jumbo

  • 60 x 40 x 7,5 cm
  • 60 x 40 x 10 cm
  • 60 x 40 x 12,5 cm
  • 60 x 40 x 17,5 cm
  • 60 x 40 x 20 cm

Jika terdapat ukuran selain daftar tersebut, maka bata tersebut bata yang gagal produksi atau bekas pemotongan berulang.

Baca juga: Biaya Renovasi Rumah

Demikian pembahasan seputar bata ringan, semoga artikel ini dapat dijadikan referensi dan bahan pertimbangan sebelum melakukan pemasangan bata ringan. Semoga membantu.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *